Belajar Berjuang dari Dafi

by - Januari 04, 2017


Aku mengenal anak ini tidak lama, hanya 3 bulan. Dafi namanya. Berumur 1,5 tahun dan menderita leukimia sejak umur 5 bulan.

Sama seperti anak kecil pada umumnya yang masih suka bermain. Dafi pun sama. Pertama aku berkunjung ke rumahnya bulan November 2016, dia sedang bermain bersama tetangga dan saudaranya. Tak tampak fisiknya yang lemah, keceriaan masih terlihat di wajahnya. Hanya terkadang dia mudah lelah ketika terlalu capek ketika bermain.

Dafi anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayahnya seorang supir gojek dan Ibunya tidak bekerja. Kehidupannya sangat sederhana. Tinggal di rumah yang kecil bersama neneknya juga di daerah Rawa Selatan, Cempaka Putih.


Aku mengenal Dafi secara singkat karena Dafi adalah salah satu adik yang kami dampingi dibawah Yayasan Pita Kuning Anak Kanker Indonesia. Perkenalan singkat dengan Dafi begitu membekas di hati. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran ketika bertemu sosok Dafi dan keluarganya.

Tentang rasa syukur yang harusnya selalu dipanjatkan kepada Allah atas nikmat kesehatan yang diberikan olehNya. Beruntung sekali sekarang sehat wal afiat dan tidak kurang suatu apapun.
Tentang semangat juang yang ditunjukkan oleh Dafi dan keluarganya. Bahwa apapun kondisi dan permasalahannya, kita tidak boleh berputus asa. Dan berhenti mengeluh! :")
Tentang kepekaan terhadap kesehatan. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk penderita kanker, terutama anak-anak. Makanan mereka, kebersihan dan bahkan cara menggosok gigi. Tampak sepele namun efeknya besar untuk kesehatan mereka


1 Januari 2017, sebuah permulaan baru bagi Dafi. Sekitar jam 12.30 siang, Dafi dipanggil oleh Allah setelah berjuang melawan kanker. Setelah kemoterapi yang kedua, tubuh Dafi tak mampu melawan sel kanker dan justru terus drop. Allah memilih takdir lain dan Allah lebih sayang kepada Dafi. Rasa sakit yang Dafi derita setahun lebih kini sudah sirna. Keluarga pun sudah ikhlas. Siapa sih yang tega melihat anak kecil kesakitan seperti itu?

Terima kasih Dafi atas pelajaran bernama 'kesabaran dan perjuangan'.
Semoga senyum bahagiamu masih bisa terukir di atas sana.

You May Also Like

0 komentar

Diberdayakan oleh Blogger.